Training kepemimpinan dan Coaching di Park Hotel Cawang Jakarta Timur

Training kepemimpinan yang tidak berdiri sendiri namun dilengkapi dengan teknik kepemimpinan seperti Coaching for high performance dengan metoda GROW, hubungi 08111913355, 081514894676.

Trend saat ini training kepemimpinan tidak hanya membahas konsep kepemimpinan namun juga di barengi dengan beberapa tools kepemimpinan seperti coaching dan change management, membahas kepemimpinan tanpa melengkapinya dengan tools kepemimpinan dirasakan kurang lengkap oleh banyak praktisi Human Resources

Tentu saja program training kepemimpinan ini tidak tidak cukup hanya sehari, master trainer soft skill kami merancang program secara kreatif karena keterbatasan waktu peserta, dua hari in-class, proyek penugasan dan dilanjutkan dengan tiga kali pertemuan setiap bulan untuk program coaching, dalam penugasan ini peserta juga menetapkan satu bawahan yang akan menjadi coachee.

Pola training kepemimpinan ini bertujuan untuk mengkombinasikan konsep kepemimpinan dan konteksnya, sehingga program ini dibuat sangat customized didahului oleh data mining dan interview kepada end user ditingkat direksi, kemudian tim ahli merumuskan temuan dan memberikan rekomendasi solusi, level peserta adalah satu layer di bawah direktur sebagai bagian dari suksesi kepemimpinan.

Seringkali yang menjadi kendala dalam pelatihan adalah peserta yang tidak dapat sepenuhnya berkonsentrasi mengikuti pelatihan karena harus berurusan dengan pekerjaan rutin sehari-hari, tidak jarang peserta keluar masuk hanya karena ada telepon masuk atau datang staff meminta disposisi dst. menyikapi situasi seperti ini agar training kepemimpinan berjalan efektif, lokasi pelatihan tidak di lakukan didalam kantor namun memilih hotel yang memiliki fasilitas yang mendukung dan suasana yang berbeda, seperti Park Hotel di Jakarta timur ini.

Lokasi mudah dijangkau tidak terkena ganjil genap, tempat parkir yang luas, ruang meeting yang sangat nyaman, restaurant dengan pilihan berbagai menu yang tidak membosankan dan bagi para smoker tersedia balkon diatap hotel yang memiliki pemandangan sangat indah, pemilihan lokasi ini sangat penting untuk menjaga mood dan suasana belajar peserta, terlebih lagi untuk peserta dengan level senior, secara psikologis bila pelatihan dilakukan diluar kantor, ada perubahan suasana “not just another meeting”.

Park-hotel-jakarta-timur

Agenda pelatihan juga dibuat serius tapi santai, master trainer soft skill mengkombinasikan materi dengan ice breaking yang selaras dengan tema serta berbagai simulasi yang fun, apalagi dibawakan dengan teknik NLP (Neuro Linguistic Programming) tingkat tinggi yang sangat bermanfaat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang konduksif.

Mengoptimasi tiga jalur masuk informasi ke otak melalui visual, auditory dan kinestetik yang seimbang, pintu masuk visual di optimasi dengan gesture, slide presentasi dan video inspiratif, pintu auditory dengan penguasaan oleh vokal yang sangat prima, saat workshop di iringi lagu yang lembut dan pintu masuk kinestetik dengan pelibatan peserta melalui diskusi interaktif, group presentasi, games dan simulasi yang memudahkan peserta memahami materi yang disampaikan.

Program Training kepemimpinan ini bertujuan untuk membangun kompetensi, sehingga komposisi program adalah 30 % konsep atau pengetahuan, 60% adalah praktek atau simulasi dan 10 % adalah pembentukan mindset atau attitude, materi pertama yang di bahas adalah pembentukan mindset kepemimpinan, mindset ini di selaraskan dengan core values perusahaan, semua perilaku didasari oleh mindset, dan pembentukan mindset dilandasi oleh core values, dengan memadukan core values maka perilaku yang muncul akan sejalan dengan core values dan memperkuat identitas serta budaya perusahaan.

Pendekatan ini sekarang menjadi trend dalam training kepemimpinan karena sekaligus memperkuat core values, best practice dari pendekatan ini adalah GE (General Electric) pada masa CEO Jack Welch :

Training-kepemimpinan

Sebagai mana di tulis dalam buku Kepemimpinan Jack Welch, pada awal masa kepimpinannya GE (General Electric) mengalami kondisi bisnis yang kurang menguntungkan, sehingga banyak dilakukan spin off business yang tidak menguntungkan dan memacu SBU agar menjadi Lead di setiap kategori, dan banyak lagi change management yang dilakukan.

Namun pada kesempatkan ini, yang akan di soroti adalah bagaimana Jack Welch mengkategorikan manager atau leaders menjadi 4 macam. Kuadran pertama adalah leader yang mampu mencapai target dan dalam prosesnya menunjukan perilaku yang sesuai dengan core values GE, kuadran ke dua adalah kategori pemimpin yang belum mampu mencapai target namun telah menunjukan perilaku sesuai dengan core values, kuadran ketiga adalah kategori leaders yang tidak mencapai target dan tidak menunjukan perilaku sejalan dengan core values, sedangkan kuadran ke 4 adalah leaders yang mampu mencapai hasil namun melakukan proses nya dengan gayanya sendiri dan tidak menunjukan perilaku yang selaras dengan Core values GE.

Kuadran ini sangat menarik untuk dipelajari, Jack welch sangat sadar bahwa core values adalah dasar berpijak bagi semua anggota organisasi, dan core values adalah cikal bakal terbentuknya mindset dan perilaku, sehingga siapapun leaders dengan latar belakang yang berbeda, pengalaman di perusahaan lain, minat dan motivasi yang beragam, dapat direkatkan dengan core values, perilaku yang muncul di pertahankan menjadi habit menggunakan berbagai HR tools dan sistem.

 

training-kepemimpinan

 

Banyak perusahaan menyia-nyiakan kekuatan core values dalam membentuk perilaku kepemimpinan, pada masa kepemimpinan Jack Welch ini Leaders yang di inginkan adalah yang masuk dalam kuadran 1, bagi leader yang berada dikuadran 2 dan 4 masih diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan, namun tidak bagi bagi leaders di kuadran 3. inilah solusi dibanyak perusahaan agar tidak ganti pimpinan ganti gaya sesuai dengan pemahamannya, sehingga banyak masalah timbul atau gesekan karena setiap leaders mempertahankan ego nya masing-masing.

Training kepemimpinan berujung pada setiap leader menjadi role model untuk mencapai tujuan atau target yang dibebankan namun dalam prosesnya menunjukan perilaku yang selaras dengan core values, perilaku yang konsisten sejalan dengan core values ini dalam jangka panjang menjadi faktor pembeda atau strategic competitiveness yang sangat sukar ditiru, karena memperkuat identitas dan budaya perusahaan dan pada akhirnya menjadi image perusahaan yang sangat kuat.

 

training-kepemimpinan

 

Dalam training leadership ini core values disampaikan bukan seperti sosialisasi pada umumnya, namun master trainer menggunakan teknik waking hipnosis untuk menginstall core values misalnya dengan menggunakan beragam metafor dan simulasi sehingga terjadi internalisasi yang kuat.

pelatihan-training-leadership

training-leadership

training-kepemimpinan

Sebagai contoh diatas adalah simulasi core values, yang dioperasionalkan dengan cara mendifinisikan core values dan melengkapinya dengan indikator perilaku yang bersifat general, kemudian setiap leader membuat contoh perilaku yang selaras dengan core values difungsinya masing-masing.

Setelah itu di presentasikan dan group lainnya menjadi juri apakah contoh perilaku yang dibuat sesuai dengan item core values atau salah kamar, diskusi ini sangat seru dan fun karena presenter harus mampu membuat argumen yang relevan, karena bisa saja terjadi salah tafsir terhadap item core values, namun yang terpenting dibalik proses ini terjadi internalisasi core values yang sangat dalam dan melekat, masuk ke bawah sadar peserta.

Pada training kepemimpinan ini selain di bahas konsep dan perilaku kepemimpinan pada akhir sesi peserta di minta untuk membuat proyek perbaikan dan memilih salah satu anggota tim nya untuk menjadi coachee dan komitmen untuk para leader mengikuti sesi coaching setiap bulan oleh master trainer.

Training kepemimpinan termasuk dalam kategori kompetensi soft skill dan dibaliknya terdapat berbagai sub modul kompetensi sebagai tools kepemimpinan, misalnya change management, inspiring dan motivating atau Coaching.

Teknik Coaching menggunakan metode GROW, pada awalnya peserta diberikan pemahaman perbedaan antara Training, Fasilitating, Mentoring, Coaching dan Counseling, semua adalah tools kepemimpinan yang bermanfaat pada konteksnya.

leadership-Coaching

Mengutip difinisi Coaching dari Downey, disebutkan bahwa Coaching adalah suatu seni dan tindakan untuk menginspirasi, menyemangati dan memfasilitasi perbaikan kinerja, pembelajaran serta pengembangan orang lain.

Salah satu metoda coaching yang banyak di gunakan adalah metoda GROW yang dikembangkan pertama kali oleh Alexander Graham dkk. dipasaran sekarang ini terdapat banyak metode yang di tawarkan oleh provider pelatihan coaching namun pada dasarnya dapat dipastikan sama esensinya hanya menggunakan singkatan yang berbeda sebagai branding yang sebenarnya tidak lebih dari marketing gimmick, seperti misalnya STER, OSCAR, FAVE dll.

leadership-coaching

 

Metoda GROW ini sangat mudah digunakan sebagai model coaching, sesi coaching dimulai dengan mengali dan merumuskan tujuan yang hendak di capai oleh coachee, kemudian membandingkanya dengan situasi saat ini, apa yang sudah baik dan apa kendala yang dihadapi, apa hambatan menuju sukses, setelah itu Coachee di arahkan untuk memikirkan berbagai alternatif solusi dan memilih mana yang terbaik, selanjutnya adalah kesediaan untuk melakukan tindakan sesuai dengan opsi yang menjadi keputusannya.

leadership-coaching

Coaching dalam perusahaan seringkali berkonotasi kurang positif, banyak karyawan kurang menghargai fungsi coaching selain ketidak mampuan secara teknis juga hambatan mental, karena pada kebanyakan kasus, coaching hanya dilakukan pada saat kinerja buruk, akibatnya ketika karyawan dipanggil untuk sesi coaching sudah terbentuk persepsi negatif apalagi bila proses coaching tidak dilakukan dengan teknik yang benar, kesalahan persepsi semakin menjadi-jadi.

Pada training leadership, coaching adalah salah satu tools yang ampuh untuk mengembangkan bawahan, sehingga sebagai leaders harus memiliki mindset bahwa coaching bukan hanya dilakukan pada saat kinerja memburuk saja, coachable momen dapat dilakukan pada berbagai kondisi bahkan untuk meningkatkan kinerja yang sudah baik sekalipun dan pada saat terjadi perubahan dalam organisasi.

Sebagai pemimpin memiliki tugas untuk mengembangkan anak buahnya dan mempersiapkannya menjadi next leader, sebagaimana sering dikatakan para ahli manajemen, seorang leader yang baik adalah mampu mencetak atau mempersiapkan leader berikutnya, dan coaching adalah teknik penting yang harus di kuasai, agar proses coaching sebakin efektif leader harus belajar untuk membangun trust dengan coachee, mampu mengajukan pertanyaan secara efektif sehingga muncul inspirasi dan energi baru dibenak coachee dan mendengarkan bukan hanya yang tersurat namun juga tersirat yang kemudian dikemas dalam bentuk pertanyaan yang bersifat probing dan memacu coachee untuk menggali sumber daya dalam dirinya.

 

Ulasan menarik lainnya tentang aspek kepemimpinan yang menginspirasi dari berbagai pelatihan yang kami dilakukan dapat anda ikuti dengan meng-klik tautan dibawah ini :

Pelatihan leadership dan soft skill di hotel Mercure Ancol Jakarta Utara

Pelatihan leadership dan Change management di Ritz carlton -Jakarta Selatan

Training Kepemimpinan efektif di Hotel Ciputra – Jakarta barat

Pelatihan kepemimpinan dan soft skill di Hotel Shangri-la Jakarta pusat

Pelatihan Revolusi Mental – Mengubah jargon menjadi tindakan

Pendekatan Triple P dalam pelatihan pelayanan pelanggan

 

Bila anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan klik Video clip di bawah ini, atau menghubungi Customer service kami di 08111-91-3355 dan 0815-1489-4676 :

Pelatihan kepemimpinan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dan diharapkan perilaku yang kepemimpinan yang muncul dalam kerja sehari-hari adalah perilaku kepemimpinan yang memperkuat identitas