Apa manfaat pelatihan leadership bila kepemimpinan itu adalah bakat?

Mengurai peranan bakat kepemimpinan pada pelatihan leadership, bila dalam diri setiap orang memiliki potensi kepemimpinan, apakah ini bisa disamakan sebagai bakat terpendam? lantas bentuk pelatihan leadership seperti apa yang paling tepat ?

Mengapa meskipun telah mengikuti berbagai pelatihan leadership tidak semua orang sukses menjadi pemimpin? apakah karena potensi atau “bakat” tidak tergali karena pelatihan yang tidak sesuai, ataukah karena metoda pelatihan masih secara konvensional hanya kemampuan mengolah otak kiri ataukah diberikan oleh trainer yang hanya menguasai modul namun dirinya belum teruji sebagai pemimpin? sama seperti mengajarkan leadership bukan oleh orang yang sudah teruji sebagai pemimpin.

Pelatihan Leadership yang generik

Umumnya membahas berbagai materi atau silabus seperti dibawah ini :

  • Menjelaskan arti leadership, membahas berbagai konsep leadership seperti transformational leadership, memahami perbedaan karakteristik orang yang dipimpin dan bagaimana menerapkan leadership style yang tepat, mampu memberi arah atau visi yang jelas, memberikan delegasi tugas, melakukan coaching, memberikan dukungan, melakukan tindakan kepemimpinan lainnya seperti membuat target dan rencana tindakan untuk mencapainya.
  • Pada pelatihan leadership untuk personal, materi diatas sangatlah memadai namun sesuai dengan tujuan untuk membangun kompetensi kepemimpinan perlu dialokasikan waktu misalnya untuk membahas teori 30%, praktek 60%, perubahan mindset 10%, praktek bisa dalam bentuk simulasi manajemen atau penugasan.
  • Lain halnya dengan pelatihan leadership untuk In House Training diperusahaan, selain alokasi waktu seperti diatas, materi pelatihan perlu disesuaikan dengan konteks situasi dan tantangan riel dalam perusahaan, dan perilaku kepemimpinan yang timbul haruslah memperkuat identitas dan budaya perusahaan serta menjadi daya saing jangka panjang

pelatihan-leadership

Leaders are born or made?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dibentuk, mungkin saja ini benar pada beberapa kasus, seperti kemunculan seorang pemimpin ditengah situasi kacau atau orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami peran sebagai pemimpin tiba-tiba muncul kepermukaan karena keadaan yang mengharuskannya, contoh lain dalam konteks keluarga, seseorang harus menjalankan peran sebagai orang tua ketika punya anak, harus menjadi contoh, mendidik, melindungi dan memberi dukungan dst, seorang ayah menjadi pemimpin karena terproses dan menemukan kemampuan memimpin yang mungkin sebelumnya tidak pernah dilakukan, contoh lain adalah cerita kepahlawan dalam pertempuran seorang prajurit biasa tiba-tiba merasa tertantang dan maju dengan penuh keberanian atas dorongan dalam diri sendiri sebagai pemimpin.

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi kepemimpinan dalam dirinya, potensi ini bisa dipicu oleh situasi dari lingkungan luar atau bisa juga dipelajari melalui pengalaman sebelum mendapatkan pelatihan leadership secara formal, tentu saja setelah mempelajari berbagai macam teknik kepemimpinan barulah seseorang merasa lebih percaya diri untuk mengambil peran sebagai pemimpin.

Semakin banyak pengalaman kepemimpinan yang dilakukan sebelumnya, semakin mudah untuk membentuk kepemimpinan yang sebenarnya, memang awalnya tidak pernah mudah untuk menjadi pemimpin karena harus mengambil keputusan sulit disaat menghadapi masalah sebelum makin lama semakin mudah dan terbiasa.

Kepemimpinan bukan memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu, kepemimpinan adalah menginspirasi orang lain untuk mau melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan, banyak orang  meskipun menduduki posisi tinggi namun belum tentu adalah seorang pemimpin, ambil contoh seorang diktator menyebut dirinya sebagai pemimpin tapi pada kenyataannya ia tidak lebih adalah seorang tiran, banyak juga orang menyebut dirinya tokoh tapi hanya sedikit yang pantas disebut sebagai pemimpin yang sesungguhnya, faktanya memang banyak pemimpin yang lemah dalam kompetensi Soft skill.

Seorang pemimpin harus mampu berdiri didepan dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan besar bersama-sama, sebagai contoh, Presiden John F Kennedy dalam satu pidatonya mampu menginspirasi seluruh bangsa untuk mendaratkan manusia dibulan dalam satu dekade ke depan dan itu menjadi kenyataan, Presiden Sukarno menginspirasi bangsa Indonesia untuk bersatu mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan, dan itu juga terjadi.

Dalam Pelatihan leadership salah satu materi yang penting adalah peserta diajak untuk memahami berbagai pendekatan dan penggunaan berbagai gaya kepemimpinan yang berbeda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, juga mengenali  faktor-faktor apa saja yang membuat seseorang menjadi seorang pemimpin yang efektif.

Seseorang bisa saja menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan namun tidak bisa menyuruh untuk memberikan yang terbaik, justru lebih sering yang terjadi sebaliknya. Orang hanya bisa dipengaruhi untuk memberi yang terbaik karena dilandasi oleh  memotivasi yang kuat dan merasakan manfaatnya, itulah inti dari kepemimpinan, mempengaruhi melalui tindakan kepemimpinan yang membangkitkan sikap dan kesadaran orang disekitarnya.

 

pelatihan-leadership

Leadership evolution

Sepanjang ada kepemimpinan, akan selalu ada yang mencoba memahami bagaimana dan dengan cara apa mereka sukses sebagai pemimpin, kepemimpinan sebenarnya tidak berubah namun pemahaman tentang kepemimpinanlah yang terus mengalami perubahan dalam perkembangannya, mengapa tindakan kepemimpinan yang efektif pada situasi tertentu belum tentu sukses pada situasi lainnya, mengapa teknik kepemimpinan yang sama tidak selalu berhasil bila diterapkan pada konteks yang berbeda, gaya kepemimpinan yang seperti apa yang paling cocok buat seseorang, meskipun setiap orang memiliki potensi kepemimpinan dalam dirinya namun dengan mengikuti pelatihan leadership dan memahami konsep-konsep serta teknik kepemimpinan maka diharapkan hal ini sangat bisa menolong untuk mengali dan mengoptimalkan kemampuan leadership yang dimiliki.

Leadership definition

Arti sederhana Leadership adalah kemampuan untuk memimpin, sayangnya pengertian ini tidaklah sepenuhnya benar, ada banyak difinisi leadership, salah satu nya dari Business Dictionary mengatakan “ Kemampuan untuk memberikan arah dan untuk mempengaruhi serta mengerakan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, memotivasi dan membuat mereka memiliki komitmen untuk bertindak dan mengambil tanggung jawab untuk mencapainya” namun difinisi leadership ini juga belum menggambarkan sepenuhnya karena tidak menyentuh substansinya, difinisi ini tidak menggambarkan apa sesungguhnya kepemimpinan itu, namun hanya apa yang dilakukan oleh pemimpin.

 

Leadership Characteristic

Yang menjadi pertanda seorang pemimpin bukanlah posisi atau title yang disandangnya, namun seberapa banyak orang bersedia untuk mengikutinya, Referensi dari Universitas Santa Clara, Tom Peters Group memberikan gambaran tentang leadership characteristic :

  • Kejujuran, kompeten, Melihat jauh kedepan, Inspiratif, Cerdas, Adil, Berpikiran terbuka, Memiliki keberanian, Bicara tegas dan Imaginatif.

Dari uraian diatas tidak satupun yang menjelaskan bagaimana melakukan tindakan kepemimpinan dalam praktek sehari-hari, tidak menjelaskan apa yang harus dilakukan atau dikatakan pada situasi tertentu, hal ini karena memang tidak ada satu formula baku untuk menjadi seorang pemimpin, kepemimpinan haruslah muncul dari dalam diri dan kepribadian seseorang, seharusnya dalam pelatihan leadership juga mempelajari bagaimana teknik atau cara untuk menggali potensi diri, mengembangkan kemampuan kepemimpinan diri dan membangun kepercayaan diri untuk menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

pelatihan-leadership

Brief History of Leadership

Sejak berabad-abad lalu sudah ada kepemimpinan, manusia dapat dikatakan sebagai mahluk sosial yang selalu terikat dalam kelompok sosialnya, namun terus mencari cara bagaimana menghindari terjadinya ketidak teraturan dalam tatanan sosial, berbagi peran dalam mencapai tujuan bersama, yang tidak mungkin dilakukan sendiri dan sebagai hasilnya munculah kepemimpinan.

Dimasa lalu kepemimpinan digolongkan menjadi tiga, Politik, Militer dan Religius,

Politik : Sekitar tahun 1790 BC, Seorang pemimpin Babylonian, Hammurabi mencoba membuat tatanan hukum untuk mempersatukan kekaisarannya, seluruh bangsanya diperlakukan secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku.

Militer : Salah satu Jendral Cina yang terkenal adalah Sun tzu di tahun 500 BC, Sun Tzu menulis tentang seni berperang dan meskipun dia adalah seorang pemimpin militer, justru tulisan dalam bukunya menyarankan agar bagaimana tidak menggunakan kekuatan militer kecuali sebagai pilihan terakhir, bukunya lebih memfokuskan bagaimana menggunakan kearifan dan strategi untuk menghindari perang.

Religius : Sudah banyak dibuktikan bagaimana pemimpin religius memiliki dampak yang besar pada masyarakat dimana ia berada dengan pengaruhnya yang bertahan hingga berabad-abad.

 

Modern Leadership

Dengan munculnya revolusi industri, muncullah bentuk kepemimpinan baru : “Ekonomi”, mereka memimpin bukan dengan pedang namun membangun kekuasannya dengan teknologi modern, ada yang menjadi pangeran minyak, raja perkereta apian, para pemilik pabrik membangun kerajaannya tanpa menggunakan tentara, bahkan sering terjadi dengan meng “eksploitasi orang yang dipekerjakannya” hal inilah yang kemudian memicu munculnya serikat pekerja dan berbagai bentuk gerakan lainnya untuk menuntut keadilan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Era Revolusi industri juga menghasilkan banyak pemimpin diberbagai bidang ilmu pengetahuan, sebagai ilmuwan mereka memperoleh berbagai macam kemudahan untuk menggunakan sumber daya yang dibutuhkan untuk penelitian, termasuk ilmuwan dibidang psikiatri dan psikologi yang melakukan penelitian ditempat kerja dalam upaya untuk meningkatkan produktifitas dan bagaimana efeknya terhadap tenaga kerja.

Berbagai hasil penelitian secara konsisten menunjukan bahwa pekerja akan lebih produktif ketika mereka berada dalam lingkungan kerja yang positif dan konduksif, sikap dan pengaruh dari bos ternyata memiliki pengaruh besar terhadap produktifitas, bila pekerja merasa diperhatikan, didengar, dihargai dan diperlakukan adil, mereka menjadi lebih bahagia dalam bekerja dan memberikan hasil yang lebih baik bila diperlakukan sebaliknya, artinya lingkungan kerja memiliki efek yang besar terhadap kinerja karyawan.

 

Leadership Theory

The Great Man Theory : Teori ini sudah ditinggalkan dan digantikan oleh ilmu pengetahuan tentang perilaku, banyak cerita sejarah orang hebat pada masanya yang melakukan dan meninggalkan karya besar dalam hidupnya seperti contoh “Alexander the great” yang mampu melakukan penaklukan sebagian besar belahan dunia dalam waktu singkat di usia muda, Abraham Lincoln yang menghapuskan perbudakan, Mother Theresa yang membantu dan melayani fakir miskin yang terabaikan, Teori ini menggambarkan pencapaian besar yang dilakukan oleh orang hebat karena mereka memiliki kekuatan dorongan, keteguhan dan kegigihan dalam menjalani misi hidupnya.

The Trait Theory

Sudah sering dkatakan bahwa “pemimpin hebat itu dilahirkan bukan dibentuk”, trait theory mendasarkan pandangannya pada hal ini, jika seseorang memiliki kemampuan memimpin atau leadership artinya orang itu sudah memiliki bakat kepemimpinan yang dibawa sejak lahir sehingga sulit untuk ditiru dan dipelajari oleh orang lain, teori ini sebagai kelanjutan dari teori Great man, yang mendifinisikan apa yang yang membuat orang hebat ini menjadi “hebat”

Pandangan leadership saat ini, adalah kombinasi dari kedua teori itu dan lebih maju lagi, sebagaimana yang bisa kita pelajari ternyata ada begitu banyak kualitas sebagai seorang pemimpin, pada kenyataannya setiap orang memiliki satu atau lebih kemampuan kepemimpinan yang diperlukan, artinya pada kondisi situasi yang sesuai seseorang bisa muncul sebagai pemimpin, menjalankan peran kepemimpinan dan menjadi pemimpin yang berhasil, melakukan kepemimpinan berdasarkan kemampuan dan kepribadiannya untuk secara tepat menempatkan diri pada situasi, berbagai kemampuan leadership lainnya tentu saja dapat dipelajari, dikembangkan dan dikuasai.

 pelatihan-leadership

Transformational leadership

James Mac Gregor Burn ditahun 1978, mengenalkan ide kepemimpinan transformational berdasarkan hasil risetnya pada pemimpin yang berlatar belakang politik, Burn mengemukakan teori bahwa transformational leadership pada dasarnya adalah proses interaksi antara pemimpin dengan pengikut yang saling menginspirasi untuk kemajuan bersama, karakteristik dan perilaku kepemimpinan yang ditunjukan secara jelas membedakan antara Manajemen dan Leadership, karyawan dan organisasi mengalami transformasi karena gaya dan kemampuan pemimpin yang mampu menyampaikan visi dan menunjukan jalan menuju perubahan.

Di tahun 1985, Bernard M Bass, menambahkan teori transformational Leadership dengan pergeseran dari peran pemimpin yang lebih dominan kepada pengikutnya, bukan hanya karena sifat dan visi pemimpin yang mampu mempengaruhi emosi, sikap dan komitmen pengikut sehingga membawa perubahan, namun seperti pada penelitian sebelumnya, jika orang yang dipimpin merasa mereka bisa mempercayai pemimpinnya apalagi bila sampai ketahap “kekaguman” yang menimbulkan rasa hormat dan kesetiaan, pengikut akan melakukan apapun dan menghasilkan lebih dari apa yang diharapkan dengan perasaan senang dan merasa bagian dari dari satu kesatuan sehingga mencapai hasil yang jauh lebih besar, dalam hal ini pengikut mengalami transformasi atau revolusi mental karena pengaruh kuat dan motivasi dari pemimpin.

pelatihan-leadership

Summary

Dari berbagai hasil penelitian tentang leadership, ditemukan ada begitu banyak atribut dan kemampuan dasar sebagai seorang pemimpin, dan juga variasi antara seorang pemimpin yang satu dengan lainnya, ada seorang pemimpin dengan kemampuan sebagai orator besar, ada yang memiliki kekuatan melalui tulisan yang dibuatnya, ada pemimpin yang tidak banyak bicara, namun kesamaannya adalah mereka memiliki dorongan kuat untuk mencapai tujuan besar dengan berani menghadapi masalah dan tantangan yang menghadang. Perbedaan antara pemimpin yang baik dan pemimpin yang hebat sebagian besar karena faktor kemampuan memimpin yang mereka pelajari dan kembangkan dan menggunakan kemampuan serta ketrampilan memimpin ini secara tepat pada situasi yang berbeda sehingga mampu memberi pengaruh yang besar dan menginspirasi orang yang dipimpinnya.

 

Artikel ini di tulis dengan menggunakan berbagai referensi sebagai acuan, bukan sebagai materi pelatihan leadership, untuk In house training perlu dilakukan in-deep interview dengan end user untuk merancang program yang customized, diselaraskan dengan core values perusahaan agar perilaku kepemimpinan sehari-hari yang muncul bisa memperkuat identitas dan budaya perusahaan, dengan demikian terhindar dari kondisi ganti pemimpin ganti gaya, atau gaya kepemimpinan suka suka, setiap pemimpin memimpin dengan gayanya masing-masing dalam jangka panjang perusahaan rugi besar karena kehilangan competitiveness yang membedakan.

Frame work yang kami gunakan adalah :

pelatihan-leadership

pelatihan-leadership

 

Contoh dari pelatihan leadership yang dikemas sesuai kebutuhan, kondisi dan tantangan dalam perusahaan dan industri :

pelatihan-leadership

 

Tren pelatihan leadership adalah menggabungkan antara pemahaman berbagi konsep dan teknik leadership dengan kompetensi soft-skill yang dipilih berdasarkan prioritas, misalnya di kombinasi dengan Coaching atau komunikasi persuasif :

pelatihan-leadership

 

Proses perubahan mindset dan pembentukan perilaku kepemimpinan dapat diakselerasi dengan menggunakan metode NLP (Neuro Linguistic Programming), pelatihan leadership ini dibawakan oleh master trainer soft-skill kelas nasional, bisa juga dengan metode Outbounducation kombinasi in-class dan outbound manajemen.

 

pelatihan-leadership

outbounducation

outbounducation

 

Simak juga video clip di bawah ini sebagai tambahan informasi yang inspiratif :

Pelatihan leadership dengan change management

 

Artikel ini di kontribusikan oleh Yohanes Kurniawan, mahasiswa IPMI International Business School.