Pelatihan entrepreneur bagi karyawan apakah bermanfaat?

Pelatihan Entrepreneur bagi karyawan perusahaan apakah bermanfaat? apa yang terjadi bagi perusahaan yang memiliki karyawan dengan mindset entrepreneurship? hubungi 08111913355, 081514894676 dan temukan jawabannya.

Entrepreneur atau Entrepreneurship, mana lebih dulu ?

Bila anda mendengar kata entrepreneur apa persepsi yang terlintas dibenak anda? kebanyakan orang awam menjawab entrepreneur adalah pengusaha, apakah anda yakin dengan jawaban anda? apakah benar demikian? bagaimana bila anda melihat, tukang bakso, tukang mie gerobak yang sering lewat didepan rumah anda, atau bila anda melihat counter yang menjual pulsa atau kartu telp, tukang batu, pedagang buah, orang yang punya bisnis online, pedagang di ITC mangga dua dst, apakah mereka semua adalah entreprenuer?

Sebaliknya bagaimana persepsi anda bila melihat profesi dosen, PNS, Guru, mahasiswa, pekerja sosial apakah mereka bukan entrepreneur? kebanyakan orang berpikir entreprenuer adalah pengusaha, kalau begitu apakah ITC mangga dua yang nota bene isinya para pedagang mereka semua disebut entrepreneur? kalau begitu kita sebut saja ITC mangga dua sebagai Entrepreneur center, ketika pertanyaan ini diajukan, otak kita serta merta mencari jawab dengan penuh rasa ingin tahu.

Dari mana kata entrepreneur itu berasal? kata ini berasal dari kosa kata perancis “entreprendre” yang artinya kurang lebih adalah “mengelola”, maksudnya adalah mengelola suatu aktifitas, yang oleh Jean Baptiste Say dalam tulisannya di abad 19 di artikan sebagai orang yang memindahkan sumber-sumber ekonomi dari daerah kurang produktif ke daerah yang produktif untuk mendapatkan keuntungan”, dengan kata lain :

Entrepreneur adalah orang yang menciptakan nilai”…

Perkembangan pengertian entrepreneur ini masih terus berjalan hingga saat ini, seorang ekonom amerika, Joseph Schumpeter, menyebutkan entrepreneur adalah inovator yang menggerakkan proses kreatif – destruktif dari kapitalisme atau  “Fungsi dari entrepreneur adalah melakukan revolusi dan reformasi pada pola produksi”.menurut  Schumpeter entrepreneur adalah agen perubahan, mereka adalah orang-orang yang menggerakkan perekonomian dengan mencari new market / opportunity atau menggunakan cara baru.

Pengertian lain entrepreneur itu adalah: Orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat peluang-peluang yang orang lain tidak dapat melihatnya, sementara Pengusaha adalah: Orang-orang yang dapat menjalankan peluang-peluang yang ada hingga berhasil, sehingga tidak semua entrepreneur adalah pengusaha dan tidak semua pengusaha adalah entrepreneur, namun ada juga pengusaha yang entrepreneur atau entrepreneur yang pengusaha.

 

pelatihan-entreprenuership

 

Jadi mana lebih dulu kalau begitu, entrepreneur atau Entrepreneurship ? untuk menjawab pertanyaan ini mungkin bisa lebih mudah dengan teknik associatif thinking,  Leader vs Leadership, Friend vs friendship atau Sales vs Salesmanship, langsung anda tahu jawabannya kan, sebagai contoh leader adalah orang yang menjalankan fungsi kepemimpinan, artinya orangnya. Mana lebih efektif menjadi leader atau menguasai leadership dulu?

Semua tergantung konteksnya, banyak karena keadaan seseorang harus menjadi leader kemudian baru mempelajari leadership sehingga fungsi leadernya semakin efektif, namun ada juga sebaliknya ada orang yang sengaja  dipersiapkan menjadi leader dengan belajar leadership terlebih dahulu baru kemudian dipraktekan, artinya mereka yang belajar entrepreneurship bisa menjadi entrepreneur disegala bidang, bidang usaha hanyalah salah satunya, mungkin karena pada bidang ini semua karakteristik sebagai entrepreneur dapat di explisitkan dalam kegiatan sehari-hari, namun jelas tidak menutup kemungkinan seorang karyawan belajar entrepreneurship agar fungsi dan tugas yang di jalankan semakin efektif artinya justru banyak untungnya mengikuti pelatihan entrepreneurship.

 

Intrapreneurship sebelum menjadi Entrepreneur

Bagaimana reaksi anda sebagai executive dalam perusahaan bila memiliki manager yang mempunyai karakteristik sebagai berikut ? : Memiliki visi pribadi yang sejalan atau selaras dengan Visi perusahaan dengan jelas, pandai melihat opportunity yang menguntungkan dibalik setiap kondisi,  bertipe risk taking atau keberanian mengambil risiko dengan penuh perhitungan, bersifat mandiri penuh initiatif untuk mencapai target, gigih tidak pernah putus asa bukan fokus pada masalah namun fokus pada solusi karena mampu berpikir kreatif mencari alternatif solusi terbaik pada saat menghadapi hambatan dalam mengejar targetnya..

Bila anda memiliki sikap sebagai entrepreneur pasti menghendaki anak buah dengan sifat seperti itu, terlalu ideal? atau apa mungkin karyawan memiliki karakteristis se ideal itu? sebagai pemimpin dengan sikap entrepreneur pasti anda bilang mungkin saja bila diberi pelatihan entrepreneurship dan kesempatan untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. bagaimana bila fungsi dan tugas dalam pekerjaan dijadikan laboratorium kehidupan untuk menerapkan intrapreneurship?

Mungkinkah setiap posisi apapun dalam perusahaan dijadikan sarana untuk melatih dan membangun karakteristik entrepreneur? bila anda berpikir mungkin maka seluruh sumber daya dalam diri anda akan berusaha mewujudkannya, sebaliknya bila anda berpikir tidak mungkin maka anda juga akan menemukan argumen untuk menyatakan ketidak mungkinannya, kedua arah berpikir itu semuanya benar, apapun jawaban anda semua adalah benar, namun yang berbeda adalah konsekuensinya, bila anda seorang yang memiliki karakteristik Entrepreneur kira-kira apa jawaban anda?

 

pelatihan-entreprenuer

 

Pelatihan Masa persiapan pensiun yang diberikan kepada karyawan di usia 54-55 tahun, seringkali hanyalah sweetener atau pemanis saja, faktanya setahun tidaklah cukup untuk membangun mindset dan sikap entrepreneur, tidak heran ketika pensiun terima pesangon, kemudian ber investasi pada suatu usaha hasil iming-iming seorang kenalan, cari gampangnya, setelah beberapa saat usaha dijalankan dan akhirnya gagal, uang melayang dan kena stroke. Bagaimana mungkin puluhan tahun bermental karyawan, biasa menerima perintah, tidak pernah menanggung kerugian semua risiko kerugian ditanggung perusahaan, semua dukungan sistem dan fasilitas tersedia, punya bawahan yang bisa di suruh-suruh, diperintah, punya kewenangan, tidak biasa berpikir kreatif, nikmat di zona nyaman sebagai pejabat perusahaan tiba-tiba masuk kedunia yang sama sekali berbeda, karena itulah pentingnya pelatihan entrepreneur dengan titik berat sebagai intrapreneur.

Trend saat ini di banyak perusahaan besar adalah memberi pelatihan entrepreneur bukan pada karyawan yang sebentar lagi hendak pensiun namun sejak masih produktif, misalnya di usia 45-50thn pada posisi manager, mereka dibekali dengan Intrapreneurship, artinya membawa sikap dan semangat entrepreneur ketempat kerja, umumnya pada posisi manager memiliki kesempatan lebih besar untuk mempraktekan intrapreneurship, meskipun disetiap posisi pada hakekatnya bisa juga dilakukan secara partial, dengan cara demikian, kedua belah pihak diuntungkan, karyawan diuntungkan dengan diberi kesempatan mengemban amanah diposisinya dengan semangat entrepreneurship alih-alih pembentukan mindset entrepreneur dan bagi perusahaan teramat sangat diuntungkan karena memiliki karyawan ideal yang bisa membawa dan mendorong kemajuan bagi perusahaan.

“Setiap orang yang meraih sukses dalam hidupnya, sesungguhnya adalah dia yang memiliki jiwa entrepreneur”

 

Kreatifitas dan Inovasi sebagai karakter penting bagi seorang entrepreneur

Ambilah salah satu definisi Entrepreneur : Adalah  seorang inovator  yang mampu mengenali dan menangkap kesempatan, serta berani menanggung risiko untuk mengubah idenya itu menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Apa beda Invention, Creatifity dan Innovation? anda bisa lihat perdefinisi dari sumber manapun, faktanya trend saat ini banyak perusahaan yang sedang melakukan transformasi ditengah sengitnya persaingan dan situasi yang bersifat VUCA ( Volatile-Uncertainty-Complexity-Ambigue) mendorong karyawan untuk mencari terobosan baru, menemukan cara baru yang inovatif untuk menjamin keberlangsungan hidup perusahaan, bahkan ada yang mengambil jargon ” Inovate or Die”.

Seringkali terjadi kerancuan pemahaman kreatifitas dan inovasi, secara metaforik dapat digambarkan sebagai berikut, ketika belum ada lampu listrik atau bohlam dan kemudian seseorang menemukan dan memperkenalkan lampu pijar kejadian ini disebut sebagai penemuan, dari kondisi tidak ada menjadi ada. Selanjutnya kreatifitas adalah ketika ada seseorang mulai berpikir apa yang dapat dilakukan oleh bohlam ini, bagaimana bila ruang hampa udara didalam nya di ganti gas, gas neon, gas argon, merkuri dst, bagaimana bila bentuknya di ubah menjadi lebih besar, atau lebih kecil atau membentuk huruf, bagaimana bila penggunaan nya bukan hanya sebagai alat penerang namun sebagai pemanas?  kreatifitas adalah berpikir alternatif ditatanan ide atau pikiran, tidak semua ide itu realistis dapat diterapkan namun sebagai proses berpikir adalah penting mencari ide sebanyak-banyaknya.

Berpikir kreatif berbeda dengan berpikir kritis, kebanyakan karyawan lebih mengoptimalkan fungsi otak kiri dan bukan menyeimbangan kedua belahan otak kiri dan kanan, kreatifitas lebih kearah fungsi otak kanan, ada banyak teknik untuk melatih kreatifitas, salah satu yang paling populer adalah dengan pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming) dan teknik Brainstorming, artinya mencari alternatif ide kreatif sebanyak-banyaknya dari kelompok diskusi, apapun pendapat atau ide yang disampaikan semua dihargai dan dicatat, kemudian bila dirasa sudah cukup barulah dibuat kriteria untuk memutuskan mana ide kreatif yang terbaik.

pelatihan-entrepreneur

Dengan kata lain berpikir kreatif itu dapat dilatih, lantas apa hubungannya dengan inovasi dimana perbedaannya? Inovasi adalah ide kreatif itu yang dapat diterapkan dan membawa perubahan atau bernilai ekonomis. Banyak ide yang mungkin kreatif namun tidak realistis dan tidak ada nilainya, itulah sebabnya pada proses berpikir kreatif hasilnya adalah the best alternatif solution.

 

Mari sejenak kita lihat bagaimana suasana pelatihan entrepreneur dengan teknologi mindpower :

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

pelatihan-entreprenuer

 

Sebagai kesimpulan Entrepreneur atau entrepreneurship :

  1. Memberi kesempatan karyawan untuk melatih dan membangun mindset entrepreneurship justru memberi keuntungan lebih besar bagi perusahaan dan juga karyawan.
  2. Memberi ruang untuk menerapkan semangat Intrapreneurship ketempat kerja dengan mempelajari konsep entrepreneurship
  3. Entrepreneurship adalah proses yang dinamis  untuk menciptakan visi, perubahan dan mengarahkan energi serta ‘passion’ untuk mewujudkan ide baru dan solusi  kreatif.
  4. Sebagai manager atau pemimpin dalam perusahan idealnya memiliki mindset atau cara berpikir entrepreneurship, karena entrepreneurship adalah cara berpikir dengan penuh pertimbangan dan bertindak cepat mengambil kesempatan melalui pendekatan menyeluruh dan berlandaskan kepemimpinan.
  5. Pelatihan Masa Persiapan Pensiun bisa dilakukan sejak usia produktif, salah satu modul yang disarankan adalah Pelatihan Entrepreneur dengan penekanan pada sisi membentuk sikap Intraprenuership.

 

Kami melakukan pelatihan soft skill di seluruh wilayah Indonesia dengan modul yang di customized sesuai dengan tantangan dan kondisi riel dalam perusahaan, beberapa modul lain diantaranya adalah :

Training kepemimpinan, Pelatihan Communication Skill, Pelatihan komunikasi Asertif, Pelatihan Presentation Skill, Pelatihan customer Service, Pelatihan entrepreneur, Pelatihan pelayanan pelanggan, Pelatihan Public Speaking, Pelatihan TOT, Pelatihan masa persiapan pensiun, Pelatihan Interpersonal Skill, Pelatihan kepemimpinan, Pelatihan soft skill, Pelatihan Leadership, Pelatihan kepemimpinan dasar, Pelatihan leadership Jakarta, Pelatihan leadership Skill, Pelatihan revolusi Mental, Pelatihan change management, Pelatihan Coaching, Latihan Dasar Kepemimpinan, Training kepemimpinan efektif, Training revolusi mental, Outbound Kepemimpinan, Leadership Training.

 

Anda juga bisa melihat video clip kami di Youtube : Pelatihan Entreprenuership

 

Selain pelatihan entrepreneurship, anda dapat nikmati sajian artikel lainnya yang berkaitan dengan pelatihan soft skill dengan mengklik tautan di bawah ini :

Pelatihan dan pengembangan SDM : Dukdik atau Dikduk ?

Pelatihan / Training Leadership : Generik vs Customized mana lebih tepat?

Pelatihan Public Speaking dan TOT, mana lebih di butuhkan?